Lompat ke isi

Plektrum

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tiga buah plektrum untuk gitar

Plektrum atau plektra adalah sebuah benda kecil datar yang digunakan untuk memetik atau membunyikan alat musik berdawai. Dalam harpsichord, plektra direkatkan di bagian dalam mekanisme tuts. Untuk alat musik yang digenggam dengan tangan seperti gitar dan mandolin, plektrum adalah alat terpisah yang dipegang oleh jari tangan dan lebih sering disebut sebagai pick.

Etimologi dan pemakaian kata

[sunting | sunting sumber]

Kata plektrum tercatat digunakan pertama kali di Inggris pada abad ke-15.[1] Kata "plektrum" berasala dari bahasa Latin plectrum, yang berasal dari bahasa Yunani "πλῆκτρον" (plēktron)[2] yang dalam bahasa Inggris didefinisikan sebagai "anything to strike with; an instrument for striking the lyre; a spear point".[3][4]

"Plectrum" juga memiliki istilah jamak yang dalam bahasa Latin disebut "plectra" dan dalam bahasa Inggris disebut "plectrums". "Plektra" lebih sering digunakan dalam pembahsan harpsichord dan musik klasik Eropa. Di sisi lain, "plektrum" lebih sering digunakan dalam pembahasan instrumen serupa gitar, dengan juga menggunakan variasi kata "pleck" ataupun "pick". jjj

Plektra harpsichord

[sunting | sunting sumber]
Posisi plektrum pada harpsichord

Pada harpsichord, terdapat sebuah plektra untuk setiap senar. Plektra tersebut berukuran sangat kecil, umumnya memiliki ukuran panjang 1 cm, lebar 1,5 mm, dan tebal 0,5 mm. Plektra berbentuk meruncing dengan bagian atas permukaan plektra berbentuk datar dan dipasang secara horizontal. Sekitar abad ke-19, plektra dibuat dari batang bulu burung yang kokoh, seperti burung gagak atau burung nazar.[5][6]

Saat ini, plektra pada harpsichords modern lebih sering menggunakan plastik yang disebut sebagai acetal. Sebagian plektra terbuat dari variasi homopolimer acetal yang dijual oleh DuPont dengan nama dagang "Delrin". Sementara untuk variasi heteropolimer, dijual oleh Ticona dengan nama "Celcon".[7] Kebanyakan teknisi dan pembuat harpsichord cenderung untuk menggunakan nama dagang material tersebut daripada nama ilmiahnya. Acetal, termasuk kedua variasinya, dirasa dapat bertahan lebih lama dan lebih efisien dalam proses penyuaraan dibandingkan dengan bulu burung.[8]

Namun, beberapa pemain dan pembuat harpsichord[9] telah mempertegas kembali keunggulan dan superioritas dari batang bulu burung untuk harpsichords yang baik. Walaupun perbedaan antara acetal dan bulu burung dalam konteks suara yang dihasilkan hanya memiliki perbedaan yang sangat kecil,[10] perbedaan tersebut lebih mengunggulkan plektra dengan bahan bulu burung. Sebagai tambahan, plektra bulu burung akan rusak secara bertahap, ditandai dengan penurunan kualitas suara; sementara plektra acetal dapat rusak secara keseluruhan tiba-tiba, terkadang di tengah sebuah penampilan.

Plektra harpsichord harus dibentuk dengan sangat tepat dalam sebuah proses yang disebut "penyuaraan". Plektra yang dibentuk secara akurat akan menghasilkan nada musik yang tepat dan bagus dan didukung oleh kekerasan suara yang tepat dari setiap senarnnya. Sisi bawah dari plektra harus memiliki suatu kemiringan tertentu dan permukaan yang sangat halus dan licin, sehingga tidak akan "menggantung" (tertahan oleh senar) ketika akan turun kembali melewati senar setelah plektra tersebut dimainkan. Penyuaraan membutuhkan wawasan dan kecakapan tingkat tertentu, yang umumnya dilakukan oleh seorang profesional.[11]

Plektum gitar dan instrumen serupa

[sunting | sunting sumber]
Beragam jenis plektrum gitar.Searah jarum jam dari atas: Plektrum nilon standart; plektrum cangkang kura-kura imitasi; plektrum plastik dengan mantel gesekan; plektrum stainless-steel; plektrum equilateral; dan plektrum "sirip hiu" Tortex

Plektrum atau pick untuk gitar, bass, dan mandolin adalah tipikal sepotong plastik atau material lain yang dibentuk datar menyerupai segitiga ataupun tetesan air. Ukuran dan bentuk plektrum sangat bervariasi.

Memainkan gitar menggunakan plektrum akan menghasilkan suara yang lebih jernih dibandingkan dengan menggunakan jari. Namun, plektrum kurang menghasilkan perbedaan nada yang cukup kontras jika dimainkan di lokasi senar yang berbeda.[12] Lain halnya dengan berbagai teknik permainan yang menggunakan jari, seperti pada permainan gitar klasik, yang menghasilkan variasi suara yang ekstrem.

Plektrum memiliki ketebelan yang bervariasi untuk mengakomodir jenis senar dan gaya permainan yang berbeda-beda. Plektrum yang libih tipis cenderung lebih fleksibel dan dapat menghasilkan jangkauan suara yang lebih besar, dari lembut hingga keras. Sedangkan plektrum yang lebih tebal kan menghasilkan suara yang lebih jelas dan berani.

Plektrum tipis lebih sering digunakan untuk permainan gitar klasik dan gitar akustik, karena dapat menghasilkan suara melodi yang lebih lembut dan lebih "manis", sementara penggunaan plektrum tebal akan menghasilkan suara yang cenderung kaku dan menurunkan keluwesan dalam memainkan gitar.

Plektrum extra heavy dengan tebal 2 mm

Dalam musik rock dan heavy metal, untuk memainkan gitar elektrik yang menggunakan amplifikasi dan distorsi, plektrum yang lebih tipis menghasilkan suara yang lebih berat, "keruh", dan kurang dapat dikendalikan, sementara plektrum yang lebih tebal menghasilkan suara yang lebih tegas dan lebih teratur. Pemain gitar Jazz juga cenderung menggunakan plektrum yang lebih berat dikarenakan mereka menggunakan senar yang lebih berat dan berpilin datar. Pemain bass menggunakan plektrum yang lebih tebal dan berat dari plektrum gitar karena bass menggunakan senar yang jauh lebih tebal dan memilik jarak senar yang lebih renggang dari gitar.

Kebanyakan pabrikan plektrum menggunakan ukuran ketebalan dalam satuan milimeter atau seperseribu inci. Sebagian pabrikan lain menggunakan sistem notasi huruf untuk mengindikasi ketebalan plektrum. Tabel berikut menunjukkan ukuran umum yang digunakan:

Nama umum Ketebalan Notasi huruf
mm inci
Extra light/thin ≤ 0,44 ≤ 0,017
Light/thin 0,45–0,69 0,018–0,027 "T" / "Thin" / "L" / "Light"
Medium 0,70–0,84 0,028–0,033 "M" / "Medium"
Heavy/thick 0,85–1,20 0,035–0,047 "H" / "Heavy"
Extra heavy/thick ≥ 1.50 ≥ 0,060 "XH" / "Extra Heavy"

Sebagian plektrum memiliki tonjolan kecil yang memudahkan plektrum untuk tetap dipegang ketika jari berkeringat, dimana hal tersebut sering sekali terjadi saat tampil di panggung. Sebagian pick lain dilengkapi mantel gesekan untuk mempermudah genggaman. Lubang-lubang kecil pada plektrum stainless-steel juga berfungsi sama. Saat tampil, kebanyakan pemain gitar memiliki plektrum cadangan yang diletakkan di stand mikrofon ataupun di pickguard gitar.

Sebagian konstruksi plektrum dibuat dengan lapisan-lapisan plastik yang terhubung menghasilkan bagian tengah yang cukup fleksibel, membuat gitaris dapat mengatur fleksibilitas ujung plektrum dengan memberikan tekanan tertentu pada bagian tengah plektrum tersebut. Pemilihan plectrum yang cocok untuk seorang gitaris adalah hal yang sangat penting.

Plektrum alat musik non-barat

[sunting | sunting sumber]
Bachi
Bachi, plektrum untuk shamisen
Plektrum biwa
Plektrum untuk biwa
Risha
Risha, plektrum untuk Oud

Terdapat berbagai jenis dan bentuk plektrum untuk berbagai variasi alat musik dawai di dunia. Plektrum untuk alat musik biwa dan shamisen asal Jepang memiliki ukuran sangat besar. Plektrum untuk alat musik oud asal Arab berbentuk lonjong datar, menggantikan bulu elang yang dulunya digunakan sebagai plektrum oud.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Oxford English Dictionary, online edition (www.oed.com)
  2. ^ Oxford English Dictionary
  3. ^ πλῆκτρον, Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, on Perseus
  4. ^ Greek "πλῆκτρον" comes from the verb "πλήττω" or "πλήσσω" (plēssō), "to hit, to strike, to smite, to sting". πλήσσω, Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, on Perseus
  5. ^ Jensen 1998, 85
  6. ^ Hubbard, 1967
  7. ^ Delrin & Celcon, variety of polyoxymethylene Diarsipkan 2012-03-24 di Wayback Machine..
  8. ^ The harpsichord builder Grant O'Brien has suggested that if cut properly, a quill plectrum will last indefinitely
  9. ^ Hendrik Broekman (link); Tilman Skowroneck (link); Keith Hill (link Diarsipkan 2011-08-18 di Wayback Machine.).
  10. ^ See Skowroneck, op. cit., and for a particularly skeptical view of O'Brien, link.
  11. ^ Source for all of this section: Kottick (1987)
  12. ^ Life of strings
  • Hubbard, Frank (1967) Three Centuries of Harpsichord Making. Cambridge: Harvard University Press.
  • Jensen, David P. (1998) "A Florentine Harpsichord: Revealing a Transitional Technology" Early Music", February issue, pp. 71–85.
  • Kottick, Edward L. (1987) The Harpsichord Owner's Guide. Chapel Hill: The University of North Carolina Press.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]